Di luar angkasa sana sebenarnya tidaklah  kosong dan sunyi loh sobat ngaco. Kita memang tidak dapat mendengarkan secara visual atau langsung suara yang terdapat di ruang angkasa, tetapi berkat Van Allen probes, merupakan dua pesawat antariksa robotik milik NASA, kita bisa mendengarkan suara-suara di sekeliling Planet Bumi kita.

Lalu darimana sumber bunyi aneh tersebut ? Apakah itu suara dari makhluk luar angkasa atau yang sering kita sebut ALIEN ???

nasa  - NASA Menemukan Suara Aneh di Sekeliling Bumi, Suara Apa Itu?Jadi begini sobat, di sekeliling Bumi kita ini penuh dengan garis medan magnet dan partikel enerjik yang terjebak, meluncur dengan kecepatan sangat tinggi. Partikel-partikel seperti ion dan elektron, terus menerus bertumbukan dengan jenis gelombang elektromagnetik yang bisa juga disebut sebagai gelombang plasma.

Gelombang plasma itu bisa kita ilustrasikan seperti gelombang yang air yang berada di samudra yang menderu, dan menciptakan hiruk pikuk seperti berirama. Dengan alat canggih yang dimiliki  oleh NASA, kita bisa mendengarkan suara tersebut pada saat melintasi ruang angkasa.

xcfcxcxcx - NASA Menemukan Suara Aneh di Sekeliling Bumi, Suara Apa Itu?

Kumpulan dan berbagai jenis gelombang-gelombang plasma dipicu oleh berbagai mekanisme, menempati sebuah tempat atau wilayah di ruang yang berbeda pada sekitar Bumi. (NASA’s Goddard Space Flight Center/Mary Pat Hrybyk-Keith)

Dua pesawat antariksa Van Allen telah dilengkapi dengan instrumen yang disebut sebagai Electric and Magnetic Field Instrument Suite and Integrated Science (EMFISIS) yang berfungsi untuk mengukur gelombang listrik dan magnetic pada saat mereka bertugas mengitari Bumi.

Baca Juga  Mau Tau Gimana Caranya Binatang Melihat Di Malam Hari?

Pada saat kedua pesawat antariksa tersebut bertemu dengan gelombang, maka sensor-sensornya bekerja dengan cara merekam perubahan frekuensi dari medan magnet dan listrik. Lalu, para ilmuwan disana bertugas mengubah frekuensi yang terekam ke dalam rentang atau kemampuan pendengaran manusia, sehingga kita dapat  mendengarkan suara-suara antariksa yang telah terekam itu.

Suara yang ditimbulkan oleh gelombang plasma memliki suara yang beraneka ragam tergantung lokasinya. Gelombang seperti suara siulan (whistler-mode wave), misalnya. Gelombang tersebut akan menciptakan sebuah suara yang berbeda ketika berada di plasmaphere, plasmaphere merupakan area di sekeliling Bumi yang dipadati oleh plasma dingin, dan saat berada di luar plasmaphere.

Pada saat petir menyambar Bumi, pelepasan listrik dapat memicu gelombang plasma mode siulan. Beberapa gelombang telah berhasil lolos ke luar atmosfer bumi dan memantul-mantul di sepanjang garis medan magnet Bumi, antara kutub utara dan kutub selatan. Karena petir telah menciptakan rentang frekuensi, dan frekuensi yang lebih tinggi bergerak lebih cepat daripada frekuensi rendah, maka suara yang terdengar akan naik-turun.

Ketika saat gelombang mode siulan ini berada di luar plasmaphere,  suara yang terdengar  akan berubah. Karena plasma di area ini memiliki suhu lebih hangat dan agak renggang, sehingga suara yang dihasilkan pun berbeda jauh. Namanya pun juga berubah. Gelombang  yang bernama mode siulan tadi sekarang bernama  gelombang chorus (chours wave). Suara tersebut bisa kita bayangkan Rasanya seperti ada di kandang yang penuh dengan burung-burung berisik, ya! Karena gelombang chorus dihasilkan oleh elektron-elektron berenergi rendah yang menabrak  plasma dan berbagi energinya dengan partikel-partikel yang sudah ada di plasma. Itulah yang menciptakan nada tinggi yang tersengar sangat berisik.

Baca Juga  Mau Tau Gimana Caranya Binatang Melihat Di Malam Hari?

Pada saat gelombang mode siulan ini bergerak memasuki plasmaphere, para ilmuwan menyebutnya sebagai desis plasmapheric. NASA mendeskripsikannya seperti suara pada radio statis, suara tersebut bisa kita ilustrasikan juga dengan suara nafas berat seseorang yang memakai pakaian astronot atau masker selam..

Lalu, apa manfaatnya suara-suara antariksa ini bagi ilmu pengetahuan?

Suara-suara ini memiliki nilai saintifik. Merekan dapat memahami bagaimana gelombang plasma dan partikel-partikel berinteraksi dengan plasmaphere dapat membuat kita memahami dan memprediksi cuaca ruang angkasa lebih baik. Dengan cara itu, kita dapat melindungi satelit-satelit dan telekomunikasi kita yang saat ini berada di ruang angkasa sana.

- Sponsored -