Game online menjadi satu andalan Telkomsel dalam menggenjot pendapatan dari layanan data. Salah satu platform game yang didukung Telkomsel adalah Arena of Valor (AoV), game dengan genre multiplayer online battle arena (MOBA).

Namun, suara sumbang muncul dari gamer genre MOBA lain, Mobile Legends. Mereka menyebut Telkomsel berlaku tidak adil dalam memberikan kualitas layanan data bagi pemain game Mobile Legends. Menanggapi hal tersebut, Juanita Erawati selaku VP ICT Network Management Telkomsel Area Jabotabek Jabar mengatakan, tidak ada perlakuan khusus untuk satu game, semua sama.

“Telkomsel tidak pernah nyekek (mencekik bandwidth), tapi memang tergantung kapasitas network, kalau kapasitas kurang ya semua (game online) bakal kena (lambat),” kata wanita yang kerap disapa Ita itu di acara jumpa media di Bali, Selasa (20/3/2018). Ita juga menanggapi keluhan lag yang sering dialami oleh pemain Mobile Legends.

Baca Juga  Garuda Game Award, Penghargaan dari 9APPS untuk Game Android Terbaik 2016

Setelah diinvestigasi oleh Telkomsel, ternyata penyebab lag itu bukan dari jaringan Telkomsel, melainkan dari layanan Mobile Legends. Diketahui, Mobile Legends menggunakan alamat IP (internet protocol) yang sifatnya dinamis dalam jaringannya, sementara IP yang dipakai Telkomsel bersifat statis.

Karena dinamis (berubah-ubah), maka saat berganti IP tersebut pemain Mobile Legends akan merasakan lag, karena koneksi terputus sebentar kemudian terhubung lagi dengan IP baru.

Karena itu, demi memberikan kepuasan bagi pelanggan data, Telkomsel menggalang kampanye True Conex, yang kepanjangannya adalah True Customer Oriented Network Experience.

Baca Juga  Tips YuGiOh!: Deck Monster Yang Kebal Segala Serangan!

“Kita melakukan perbaikan kualitas yang bukan berdasar survei-suvei, tetapi benar-benar memantau pelanggan kita,” kata Ita. Proyek ini sebenarnya sudah mulai sejak 2015 dengan kampanye True Broadband Experience (Trubex), dan pada 2016 dengan Beyond Trubex.

Namun pada 2018 ini, fokus Telkomsel adalah pengalaman pelanggan. Ita mengatakan, Telkomsel mulai men-tracking data-data dari penyedia layanan uji sinyal seluler seperti Ookla dan Open Signal.

“Kita punya tim yang menguji kekuatan sinyal secara random di banyak tempat, jadi kita merasakan experience pelanggan itu kayak apa,” ujarnya.

Berdasar pengujian yang dilakukan langsung oleh tim internal Telkomsel, mereka berharap bisa meningkatkan kualitas jaringan di lokasi-lokasi yang dinilai masih kurang.

- Sponsored -