Seorang menteri adalah pembantu presiden atau dalam kata lain dia adalah bawahannya kepala pemerintahan. Sebagai bawahan, perintah atau permintaan presiden adalah titah yang mestinya harus dilaksanakan.

Jadi tidak elok bila seorang menteri membantah titah bosnya yang tidak lain adalah presiden. Jika menolak, bisa dikatakan membangkang. Tidak patuh. Dan akan dianggap tidak loyal. Boleh jadi, kalau presiden tidak suka, dicopot dari jabatan adalah resiko yang harus diterima menteri yang menolak permintaan presiden. Sederhananya menteri tersebut potensi di reshuffle atau diganti.

Tapi ternyata dalam sejarah kabinet di Indonesia, pernah tercatat ada menteri yang dengan terang-terangan menolak permintaan presiden. Bahkan penolakan itu disampaikan langsung di hadapan kepala negara. Siapa menteri yang berani tersebut?

Menteri yang berani menolak permintaan presiden ternyata adalah Ali Sadikin atau akrab dipanggil Bang Ali. Cerita  tentang penolakan permintaan presiden itu, Bang Ali kisahkan dalam buku biografinya,” Ali Sadikin : Membenahi Jakarta Menjadi Kota Manusiawi” yang ditulis Ramadhan KH.  Kisahnya begini.

Baca Juga  Frans Mendur, Fotografer Penyelamat Jejak Proklamasi

037838700 1490162139 Ali Sadikin - Ini Dia, Menteri yang Berani Menolak Permintaan Presiden

Ketika itu, Bang Ali masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Maritim. Ya, jabatan yang hampir mirip dengan posisi yang sekarang dijabat Jenderal Luhut Panjaitan. Suatu waktu, Bung Karno memanggil Bang Ali. Saat sudah menghadap, Bung Karno pun langsung bicara. Kepada Bang Ali, Presiden RI pertama itu minta bantuan. Bung Karno meminta Bang Ali membantu menyelesaikan sebuah urusan yang terkait dengan mertua Presiden RI tersebut.

Waktu itu, Bang Ali tak mengiyakan atau menolak permintaan Bung Karno. Hanya saja, ketika pulang, Bang Ali sempat membawa berkas-berkas yang terkait dengan permintaan Bung Karno itu. Saat pamit, Bang Ali hanya berjanji, akan mempelajari dulu berkas yang dibawanya. Bang Ali pun keluar dari Istana.

Baca Juga  Mengenang Sumpah Melegenda Bung Hatta

Di kantornya, dibantu stafnya Bang Ali mempelajari berkas yang di bawa. Sampai akhirnya, setelah berkas di pelajari, Bang Ali memutuskan tak bisa meluluskan permintaan orang nomor satu di Indonesia tersebut. “Tak mungkin dilaksanakan. Melanggar aturan,” kata Bang Ali dalam bukunya itu.

Maka, ketika dapat kesempatan menghadap Bung Karno, Bang Ali langsung menyampaikan, bahwa permintaan presiden tak bisa dilaksanakan. Bang Ali juga menjelaskan alasan penolakannya terhadap permintaan Bung Karno. Tapi yang membuat Bang Ali kaget, Bung Karno sama sekali tak marah. Bahkan memakluminya. Bung Karno dapat memahami penolakan itu.

Padahal, ketika itu, kata Bang Ali, di kalangan para menteri beredar cerita, bahwa apapun kehendak atau permintaan Bung Karno pantang ditolak. Harus dilaksanakan. ” Bung Karno waktu itu cuma bilang, baiklah kalau begitu,” kata Bang Ali.

- Advertisement -