Foto Bung Karno saat membacakan naskah teks proklamasi yang ditemani Bung Hatta di sebuah gedung di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta, adalah foto yang paling bersejarah dalam perjalanan republik. Foto itu adalah jejak dari awal berdaulatnya republik.

Siapa yang mengabadikannya? Mungkin sosoknya jarang diulas. Sejarah kadang kala hanya mencatat tokoh besar, sementara tokoh pendukung hanya dianggap figuran. Padahal mereka pun ikut andil besar dalam merawat ingatan publik terhadap sebuah peristiwa sejarah.

Mengutip buku, ” 70 Tahun Histori RI Masa Depan,” yang diterbitkan Kantor Berita Antara, yang memotret peristiwa proklamasi adalah Soenarto Frans Mendur atau biasa dipanggil Frans Mendur. Saat itu, bersama abangnya, Alexius Impurung Mendur, dia jadi satu-satunya wartawan foto yang hadir di peristiwa bersejarah itu.

Baca Juga  Ini Dia, Menteri yang Berani Menolak Permintaan Presiden

Tentang foto proklamasi yang dijepret dua kakak beradik itu, ada sebuah kisah menarik. Ternyata foto proklamasi yang dibuat abangnya, ketika itu disita oleh atasannya yang merupakan orang Jepang. Alex, sang Abang ketika itu bekerja di kantor berita Domei. Tak hanya disita tapi juga dimusnahkan.

Untung masih ada Frans Mendur. Padahal setelah memotret peristiwa proklamasi, Frans Mendur masuk daftar buronan polisi rahasia Jepang. Tapi untungnya ia bisa menyembunyikan foto hasil jepretannya.

Baca Juga  Mengenang Sumpah Melegenda Bung Hatta

Ada dua versi Frans Mendur menyembunyikan foto hasil jepretannya. Versi pertama, foto disembunyikan di halaman belakang kantornya, kantor berita Antara. Versi kedua, foto disembunyikan di halaman rumahnya, dengan cara ditimbun di bawah pohon di kebun pisang. Frans Mendur sendiri setelah itu menghilang. Baru, pada tahun 1946, keluarganya bisa bertemu dengannya di Yogjakarta, saat semuanya hijrah ke kota yang jadi ibukota republik kala itu.

- Sponsored -