Air Ludah - Fakta Air Liur Yang Harus Ngacoers Ketahui!

Siapa bilang air liur hanya berfungsi untuk membasahi mulut? Selain untuk membasahi mulut, air liur memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, salah satunya adalah membantu mencegah penyakit, terutama di area mulut. Air liur bukan hanya terdiri dari air, tetapi mengandung Kolagen. 

Selain fakta-fakta tentang air liur di atas, masih ada 5 fakta unik lain tentang air liur yang wajib kamu ketahui. Apa saja fakta tersebut?

Mengandung Hormon

Baik pria ataupun wanita, pada air ludah terdapat kandungan hormon, seperti hormon testosteron, estrogen, progesteron, kortison dan melatonin. Hormon testosteron dan estrogen akan larut dalam lemak, sehingga mudah melewati dinding sel dan masuk ke dalam kelenjar ludah.

Namun hingga kini, para peneliti belum mengetahui secara pasti apa fungsi keberadaan hormon-hormon tersebut dalam air liur, sehingga masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hal tersebut.Selain hormon, air liur juga diketahui mengandung kalsium, senyawa antibakteri dan sel-sel lain dari lapisan mulut. Itulah sebabnya mengapa tes air liur bisa digunakan untuk menganalisis DNA.

Ada Berbagai Jenis Dan Fungsi

Baca Juga  Yok Merayakan Kemiskinan!

Air liur diproduksi oleh kelenjar ludah, yang terdiri atas tiga bagian yakni di pipi (kelenjar parotis), rahang (submandibula) dan di bawah lidah (sublingual). Masing-masing bagian tersebut akan memproduksi air liur dengan formula yang sedikit berbeda.

Kelenjar parotis akan menghasilkan ludah berair, yang membantu melembab kan makanan ketika Anda mengunyah. Air liur dari bawah lidah khusus melapisi bagian dalam mulut ketika Anda tidak makan.

Produksinya Bisa ‘Otomatis’ Naik

Ketika seseorang melihat dan mencium makanan, otak akan memberikan sinyal pada kelenjar ludah untuk menghasilkan air liur lebih banyak, bahkan produksinya akan semakin banyak ketika kita mulai mengunyah.

Baca Juga  Kebiasaan Antimainstream, Cuma Ada Di Indonesia!!

Cegah Penyakit Mulut

Ternyata air liur penting lho dalam membantu mencegah kerusakan gigi dan erosi, karena air liur mengandung komposisi yang dapat menetral kan keasaman. Selain itu, air liur juga memiliki senyawa antibakteri yang bisa membantu menghilangkan bakteri penyebab plak. Jika air liur tidak ada, maka Anda akan jadi lebih rentan terhadap infeksi seperti sariawan dan penyakit gusi.

Bantu Prediksi Kanker Dan Diabetes

Saat ini, beberapa peneliti di Amerika sedang meneliti apakah air liur bisa digunakan untuk melihat apakah seseorang memiliki infeksi seperti virus papiloma, yang terkait dengan kanker serviks. Tak hanya itu, mereka juga sedang mengembangkan cara menggunakan air liur untuk memantau kondisi seperti diabetes. Diharapkan cara ini kelak akan lebih murah dan mudah dibandingkan tes urine atau darah.

- Advertisement -