Kategori: Berita

Djarot Diusir Saat Selesai Melaksanakan Sholat Jumat di Tebet

Ini bukan tentang pilihan politis, ini tentang layakkah Muslim memperlakukan seperti ini kepada Saudara sesama muslimnya yang beribadah? Kejadian ini di masjid, usai salat Jum’at, usai kalian bersujud kepada Pencipta yang sama. Kalian sudah berdiri sama tinggi duduk sama rendah tanpa dilihat apa pekerjaanmu, berapa saldo di rekeningmu, atau seberapa besar rumahmu. Posisi kalian sama saat beribadah pada Allah SWT. Namun lihatlah apa yang kalian lakukan.

Bohong kalau ada yang bilang Pilkada DKI Jakarta dilakukan tanpa melibatkan isu agama. Tidak pernah sebelumnya ada kejadian seperti ini di masjid umum. Sudah jelas-jelas ada yang tidak percaya diri dengan kompetensinya sehingga rela-rela saja untuk menggunakan Isu SARA agar bisa menang. Kalian sadar tidak betapa jahat dan besar dosa kalian itu mengobrak-abrik tatanan kehidupan bermasyarakat? What comes around goes around. Tidak akan pernah berkah jikapun mereka bisa menang namun dengan cara kotor seperti ini.

Kejadian itu terjadi Jum’at 14 April 2017 saat sholat Jum’at. Cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat buru-buru keluar dari Masjid Jami Al Atiq di Tebet, Jakarta Selatan karena mendapat penolakan dari sejumlah jamaah masjid tersebut. seusai Djarot menunaikan salat Jumat. Beberapa jamaah dan takmir masjid berteriak meminta Djarot secepatnya keluar dari masjid sambil mengucap takbir.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar,” teriak beberapa jamaah.

“Usir, usir, usir,” sahut jemaah lain.

Awalnya kehadiran Djarot di masjid disambut hangat jamaah lain. Bahkan ada yang mengajaknya bersalaman dan berfoto-foto. Namun ketika takmir masjidnya mengetahui kehadiran Djarot maka khutbah takmir berubah menjadi provokatif.

“Mereka yang memilih pemimpin seorang nasrani atau yahudi itu orang munafik. Bila kita memilih orang non muslim sementara ada orang muslim sebagai pilihan, itulah kita dicap jadi seorang munafik,” ujar takmir masjid saat mengetahui kehadiran Djarot.

Saya sudah tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan takmir masjid ini. Ini takmir lho, pengurus masjid. Pak Djarot itu seorang muslim. Sama seperti para takmir itu. Sebenci-bencinya mereka dengan Ahok, adilkah dan benarkah berperilaku seperti itu ke Pak Djarot? Apa sih kesalahan Pak Djarot hingga kalian memperlakukannya seperti pendosa?

Banyak Orang Sedikit Iman Tetapi Merasa Seperti Tuhan

Setelah penolakan mengurus jenazah orang Muslim hanya karena perbedaan pilihan politis, teriakan bunuh dan maki-makian yang diteriakkan oleh mereka yang mengatasnamakan diri organisasi masyarakat Islami, dan sekarang su’ul adab terhadap sesama Muslim. Sesuci apakah sejatinya orang-orang ini? Yang punya otoritas menentukan masuk surga atau tidaknya seseorang adalah Allah.

Yang menentukan benar tidak sesuatu adalah Allah. Terus kalian ini siapa? Masuk surga saja belum tentu kok malah berani mengecap orang lain ini itu. Kita ini bukan golongan yang langsung mendengarkan wahyu dan hadist, kita adalah manusia yang hidup di jaman tafsir.

Ini harusnya dijadikan poin bahwa kita tidak bisa memaksakan orang sepaham dengan tafsir kita, tapi kita wajib menghormatinya.

Mungkin orang-orang ini beranggapan bahwa jika mereka sudah teriak-teriak bela Islam dan Allah kemudian melakukan ibadah maka cukup baginya untuk masuk surga. Yang mereka lupa Habluminannas alias hubungan dengan sesama manusia itu juga pertimbangan.

Bagaimana kalian masuk surga kalau akhlaqnya saja seperti itu?
Orang-orang yang sudah jahat pada Pak Djarot hari ini adalah orang-orang yang gagal menjadi Muslim yang beradab. Gagal menjadi muslim yang intelek. Gagal habluminannasnya.

Saya takut kelakuan seperti ini tak akan berhenti hanya sampai Pilgub DKI Jakarta saja. Jika isu agama ini berhasil mengantarkan pihak Kau Tau Siapa menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta saya takut hal ini pun akan ditiru di daerah lain dan merusak kerukunan hidup tak hanya antar umat beragama tapi juga antar umat seagama.

Terima kasih Pak Djarot siang ini sekali lagi kami diberi tunjuk sikap negarawan dan elegan Bapak. Terima kasih untuk kesabarannya meski didzolimi dan dipermalukan oleh saudaramu sesama Muslim.

Karma tidak akan lebih lambat daripada kiamat. Kedzoliman yang mereka lakukan pasti juga akan berbalik pada diri mereka sendiri. Banyaklah berdoa Pak agar 19 April nanti yang batil tidak akan bisa tertawa riang. Doa orang yang didzolimi konon mustajab sekali. Tetaplah kuat dan tersenyum manis dengan kumismu itu…

This post was last modified on February 26, 2018, 7:57 pm

Ngaco

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah

Recent Posts

Cek Bagian Penting Mobil Saat Ingin Melakukan Perjalanan Mudik

Mudik dengan naik mobil pribadi masih diminati masyarakat Indonesia. Pasalnya, keluarga bisa lebih leluasa untuk beristirahat dan mampir ke tempat…

Mei 15, 2018 9:46 pm

Penyebab Umur Ban Jadi Cepat Berkurang

Ban menjadi komponen penting dalam kendaraan bermotor. Karena ban yang kontak langsung ke permukaan jalan. Untuk itu, komponen karet hitam…

April 15, 2018 2:28 pm

Promo Mobil Honda Lebaran Idul Fitri 2018

Halo sahabat Honda! Apa kabar? Tidak terasa, sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri 2018 segera tiba! Tentu hal ini merupakan…

April 8, 2018 10:35 pm

Sering Gila Karena Lag Saat Main Game di Mobile? Ikuti Tips-Tips Ini Ngaco’ers!

Balik lagi nih ama ane, setahunsudah! Yey yey! Lagi pusing mau nulis apaan, jadi iseng aja lah ya kali ini…

April 3, 2018 11:06 pm

Telkomsel Menjawab Keluhan Lag Pemain ML / Mobile Legends

Game online menjadi satu andalan Telkomsel dalam menggenjot pendapatan dari layanan data. Salah satu platform game yang didukung Telkomsel adalah…

Maret 30, 2018 11:21 pm

Arena of Valor Umumkan Mekanisme Seleksi AOV World Cup untuk Setiap Tim Nasional

AOV World Championship (AWC) 2018 sendiri akan dilaksanakan pada bulan Juli di Los Angeles, Amerika Serikat. AWC 2018 ini tidak lagi…

Maret 29, 2018 10:11 pm

This website uses cookies.