Mendiang Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, adalah salah satu sosok penting dalam berdirinya republik. Ia punya andil besar dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Lewat senjata, ia berkontribusi pada republik.

Nasution juga dianggap peletak dasar organisasi tentara yang modern. Berbagai palagan pernah dialaminya. Dan, sederet posisi penting dalam struktur militer Indonesia pernah digenggamnya. Meski di ujung pengabdiannya, ia sempat dipinggirkan penguasa baru, Soeharto yang juga seorang tentara. Mantan bawahannya di militer.

Nasution sendiri pertama kali bersentuhan dengan dunia militer, ketika ia diterima sebagai siswa Sekolah Perwita Cadangan atau Corps Opleiding Voor Reserve Officieren (CORO) pada tahun 1940. Mengutip buku, ” Tokoh Indonesia Teladan” yang diterbitkan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, teman seangkatan Nasution di CORO, salah satunya adalah Alex Ervert Kawilarang, yang kelak juga jadi sosok penting dalam tubuh TNI. Kawilarang dicatat sebagai tentara yang mewujudkan terbentuk pasukan khusus yang sekarang dikenal dengan Kopassus.

Lulus dari sana, Nasution masuk kesatuan tentara kerajaan Hindia Belanda atau dikenal dengan KNIL. Di zaman Jepang berkuasa, ikut membantu terbentuknya Pembela Tanah Air (PETA), cikal bakal tentara republik. Jebolan PETA, antara lain Soedirman, kelak jadi Panglima TNI pertama. Mendiang Jenderal Soeharto juga pernah digembleng di PETA.

Salah satu sumbangsih besar Nasution bagi TNI, adalah konsepnya tentang perang gerilya. Konsep perang yang kemudian dibukukan dan jadi pedoman tentara Vietkong saat melawan Amerika. Ternyata, ada sisi lain dari kehidupan Jenderal Nasution yang kurang diekspos ke publik.

Sisi lain kehidupan sang jenderal saat masih belia. Nasution sendiri lahir pada tahun 1918. Ayahnya, seorang pedagang kecil. Ibunya hanya ibu rumah tangga. Bisa dikatakan, keluarga Nasution adalah keluarga tak punya.  Keluarga melarat. Untuk makan sehari-hari pun susah.

Tidak heran, jika saat remaja, tubuh Nasution begitu kurus, hingga tulang rusuknya terlihat. Mirip orang yang kurang makan. Keahliannya hanya satu, Nasution muda jago memanjat pohon.

Kisah menarik lainnya, Nasution mengaku jarang mandi pakai sabun. Baginya mandi pakai sabun, adalah sebuah kemewahan. Sesekali, ia memang pernah mandi pakai sabun. Itu pun sabun sisa deterjen pembersih baju. Karena kemiskinannya pula, jarang sekali Nasution bisa makan enak dan mewah. Makan daging mungkin adalah kemewahan tersendiri. Sehari-hari, menu makannya hanya nasi dan daun singkong. Plus garam.

Tapi kemudian sejarah mencatat, Nasution berperan penting dalam berdirinya republik. Bahkan jadi sosok penting dalam mempertahankan kemerdekaan. Terutama di dunia militer. Ia bisa dikatakan salah satu bapak tentara Indonesia, selain Soedirman.

- Advertisement -